Jumat, 22 Januari 2010

Floppy Disk

4. Floppy Disk


1. Pengertian Floppy Disk

Floppy disk atau Disket adalah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur, dilapisi lapisan persegi yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Sekarang sudah banyak bermunculan media penyimpanan yang lebih maju dari floppy disk, seperti : CD-R, CD-RW, Flash Disk, dan Zip drive. Walaupun sudah banyak media penyimpanan yang lain, floppy disk masih tetap bertahan.

2. Sejarah Floppy Disk

Awal sejarah floppy disk pada tahun 1967, pada saat IBM (International Bussiness Machines) menugaskan devisi media penyimpanannya untuk menciptakan sebuah system yang sederhana untuk meloading microcode kedalam mainframe 370.

Pada tahun 1971, Dibawah pimpinan Alan shugart dan para teknisi di IBM berhasil mengembangkan floppy disk yang pertama. Pada saat pertama ditemukan namanya bukan floppy disk, melainkan memory disk. Floppy disk diambil dari kata “floppy” yang berarti fleksibel, muncul karena memory disk tersebut yang sangat fleksibel.

Pada tahun 1975, sebuah perusahaan yang bernama Borroughs Corporation mengembangkan prototipe floppy disk berukuran 5 inci. Mereka menginginkan ada sebuah alat yang dapat menggantikan floppy disk yang berukuran 5 inci. Namun, Borroughs Corporation memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini.

Di tahun 1976, disket dan disk drive yang telah fleksibel telah dibuat oleh Alan Shugart atas permintaan perusahaan komputer Laboratories, yang menginginkan agar disk drive dan floppy disk ini dapat gunakan pada komputer desktop mereka. Kemudian para produsen komputer lainnya mengikuti cara ini.

Dan pada tahun 80-an, Berbagai ukuran disk ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Dan masing-masing sistem komputer menggunakan formatnya sendiri-sendiri.

Pada tahun 1981, Sony memperkenalkan disknya yang berukuran 3,5 inci.

Pada tahun 1984, Apple computer memilih format disk produksi Sony tersebut untuk dipasangkan di computer Macintosh yang akhirnya menjadi format standar di Amerika.


3. Perkembangan Floppy Disk

Tahun 1969 merupakan awal dari Floppy Disk. Pada awal kemunculannya Floppy Disk berukuran 8 inchi dan hanya dapat menyimpan data sebesar 79,7kb. Saat itu floppy disk hanya dapat membaca ( read only ) sehingga ketika data tersimpan tidak dapat dimodifikasi atau dihapus.

Tahun 1976, hadir Floppy Disk berukuran 5¼ inchi. Dapat menyimpan data sebesar 110 kB. Pada perkembangannya terdapat Floppy disk 5¼ inchi yang dapat menyimpan data sebesar 360 kb. Pada Floppy Disk 5¼ inchi telah dapat memodifikasi data dan menghapus data.

Pada tahun 1982 Floppy Disk ukurannya 3½ inchi. Pada awal kemunculannya hanya dapat menyimpan data 264 kb. Pada perkembangan selanjutnya terdapat Floopy Disk 3½ inchi yang berukuran 200 MB. Pada tahun 1990 an keberadaan Floppy Disk berukuran 5¼ inchi mulai lenyap dan Floppy Disk ukuran 3½ inchi menjadi dominan.


4. Jenis-Jenis Floppy Disk

JENIS UKURAN

KAPASITAS

KAPASITAS RANGE

PEMBUAT

3,5 inci

1,44 MB

400kb-1,44MB

SONY

3,5 inci

2,88 MB

-

IBM

5,2 inci

1,2 MB

200kb-1,22MB

SUGHART

8 inci

500 kb

100kb-500kb

IBM

5. Komponen Floppy Disk

1. Write-protectab;

2. Hub;

3. Shutter;

4. Plactic housting;

5. Paper ring;

6. Magnetic disk; dan

7. Disk sector.

6. SUMBER ATAU REFERENSI

  1. http://www.Geocities.com/jesayas_2000/floppydisk.htm
  2. http://www.wikipedia.com
  3. http://hoesien.wordpress.com/category/sejarah/
  4. http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-2/img/c747-f11-floopy_disk.jpg

Memperpanjang Umur Harddisk

MEMPERPANJANG UMUR HARDDISK


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk

1. Usahakan komputer tidak langsung tercolok ke listrik PLN.


Gunakan stabilizer! Bila dana Anda mencukupi, pilih stabilizer yang memiliki regulator servo. Harganya memang lebih mahal dibanding stabilizer biasa, tetapi dalam jangka panjang, biaya yang Anda keluarkan akan lebih murah. Anda tentu sudah mengenali dengan baik bagaimana kualitas aliran listrik di tempat Anda. Semakin buruk kualitas listrik di tempat Anda, semakin besar biaya yang harus Anda keluarkan untuk memastikan bahwa komputer Anda bisa lebih awet.aksa.

2. Hindari mematikan komputer secara paksa.

Mematikan komputer secara paksa akan membuat head harddisk tetap di atas pelat ketika komputer dalam keadaan mati. Bila ini dibiarkan terjadi dan berulang-ulang, pelat harddisk bisa tergores (mengakibatkan bad sector) atau head tidak mau membaca data (harddisk mati sama sekali). Selain itu, mematikan komputer secara paksa juga membuat tangkai actuator tidak berada dalam kondisi “istirahat” (risikonya, actuator sebagai penggerak head tidak presisi lagi). Bila pemaksaan listrik nyalamati terjadi berulang-ulang, spindle motor juga akan menjadi elemah. Akibatnya, putaran minimal yang disyaratkan tidak terpenuhi dan head gagal membaca pelat. Biasanya, hal ini ditandai dengan bunyi “kletek-kletek” pada harddisk.

3. Buat partisi data secara terpisah.

Pemisahan data dari drive sistem operasi dan aplikasi akan menolong kita seandainya terjadi sesuatu masalah dengan sIstem komputer kita. Kita senantiasa dituntut memperbarui sistem dan aplikasi yang terpasang. Namun, kadangkala kita tidak bisa memprediksi secara tepat risiko yang harus kita tanggung. Kalau sistem file di sebuah harddisk sudah makin ruwet, satu-satunya jalan paling gampang adalah melakukan format ulang pada sistem. Nah, dengan data yang dipisah dari sistem, informasi apapun yang kita buat tidak akan terganggu oleh dorongan ingin memformat ulang atau mencoba ini itu terhadap harddisk kita.

4. Hindari isi harddisk tersisa kurang dari seperdelapan.

Harddisk membutuhkan ruang kosong yang agak longgar karena kadangkala terjadi swap file dan proses ini memakan ruang. Harddisk yang sesak dengan data juga membuat komputer tidak akan gesit dalam menjalankan aplikasi-aplikasi pada komputer.
Bila memungkinkan, lakukan backup secara teratur terhadap data-data penting dan buanglah data yang sudah di-backup supaya harddisk tetap terjaga isinya dalam volume yang relative tetap.

5. Lakukan perawatan dan pembersihan teratur.

Perawatan meliputi defragmentasi (untuk merapikan ulang penataan file) dan scandisk (untuk membuat harddisk bekerja sesuai sistem). Pembersihan meliputi pembuangan file-file yang tidak berguna, file-file sampah, dan “sisa-sisa kotoran” lainnya setelah kita menjalankan komputer. Banyak program pembersih yang bisa dipilih untuk menangani pembersihan rutin. Bila Anda punya media simpan portabel yang berukuran besar (CD, magnet optik, Omega ZIP), lakukan backup secara rutin dan atau pindahkan data-data yang jarang Anda gunakan.

6. Jangan biarkan harddisk terlalu panas.

Harddisk yang terlalu panas dalam waktu yang lama akan membuat umurnya jadi lebih pendek. Itulah mengapa kebanyakan server diletakkan di ruang berpendingin. Untuk PC di rumah Anda, memasang fan yang cukup dan membuat aliran udara di dalam casing berlangsung cukup baik sudah relatif memadai. Bila Anda menggunakan lebih dari satu harddisk, usahakan tersedia fan tambahan pada casing, atau gunakan swapable disk yang memiliki kipas di dalamnya. Dus, harddisk tentu saja butuh listrik. Tapi kalau listriknya tidak stabil sudahpasti jadi musuh yang menyebalkan.

Merawat Harddisk

MERAWAT HARDDISK


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk

Ibarat ruangan, harddisk memerlukan perawatan. Ia perlu dibersihkan, ditata ulang, disapu, dan aneka perawatan lain semacamnya. Untuk memahami dan menata ruang harddisk dengan benar, Anda tidak perlu menjadi seperti seorang desain interior menata ruang. Yang diperlukan cuma pengenalan-pengenalan sederhana terhadap istilah-istilah yang populer dan penting dalam harddisk. Berikut ini beberapa istilah kunci dan definisi singkatnya.


• Fdisk:

Singkatan dari fixed disk. Suatu aplikasi/perintah yang bekerja di bawah sistem DOS yang berfungsi untuk mempersiapkan harddisk untuk diformat.

• Partisi:

Suatu daerah/area secara fisik (physical sections) pada harddisk. Partisi ini bisa mencakup keseluruhan harddisk maupun sebagian harddisk. Bila Anda membagi harddisk Anda menjadi dua partisi yang sama besar, maka masing-masing partisi akan memiliki ukuran yang sangat mendekati setengah kapasitas harddisk.

• Format:

Pembuatan struktur tersistematis pada harddisk sehingga pelatpelat di dalamnya membentuk pola yang teratur dan siap untuk diisi data.

• Scandisk:

Suatu program untuk mengecek dan memeriksa apakah terjadi kerusakan pada harddisk atau tidak, sekaligus memperbaikinya.

• Defrag:

Penataan ulang file, sektor, track, dan cluster pada harddisk sehingga terkelompok secara teratur berdasarkan logika penataan tertentu.

• Internal buffer:

Suatu sistem ruangan sementara dalam harddisk yang berfungsi menampung data-data yang akan dikirim dari dan ke pelat harddisk.

• IDE/SCSI:

Sistem interface pada harddisk. IDE singkatan dari Integrated Drive Electronics, sedangkan SCSI (dibaca “skasi”) singkatan dari Small Computer System Interface.

• RPM:

Singkatan dari Rotation Per Minute, menyatakan kecepatan putar pelat harddisk setiap menitnya. Semakin besar RPM, semakin cepat waktu pengaksesan data. Makin besar RPM suatu harddisk makin baik.

• Master:

Posisi pengesetan jumper pada harddisk, di mana harddisk pada mode tersebut difungsikan sebagai tempat disimpannya sistem operasi dan aplikasi komputer.

• Slave:

Posisi pengesetan jumper pada harddisk, di mana harddisk pada mode tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan data saja, dan tidak berfungsi sebagai penyedia sistem operasi dan aplikasi.

Listrik Musuh Harddisk

Listrik Musuh Harddisk


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk



Dalam kondisi normal, rekomendasi dari berbagai produsen harddisk menyatakan, bahwa harddisk baru akan mengalami gangguan (MTBF, mean time between failure) setelah pemakaian 30 ribu jam atau mendekati 3,5 tahun. Itu artinya, melewati masa itu pun sebenarnya harddisk masih bisa digunakan, hanya saja lebih rentan terhadap kerusakan atau kesalahan. arus diakui, harddisk merupakan komponen PC yang paling rentan terhadap listrik.

Ada dua persoalan berkaitan dengan listrik dan kerusakan harddisk ini.

  • Pertama kerusakan harddisk karena suplai listrik terputus tiba-tiba (listrik PLN tiba-tiba mati atau komputer dipaksa mati oleh pengguna),
  • Kedua adalah voltase listrik yang tidak stabil. Kerusakan harddisk paling besar disebabkan oleh suplai listrik yang terputus mendadak, baru kemudian karena ketidakstabilan listrik. Secara umum, suplai voltase listrik ke dalam sistem PC yang normal adalah antara 180-230 volt. Toleransi tersebut adalah toleransi maksimal. Namun, kita harus menerima kenyataan bahwa voltase yang kita terima dari PLN kadangkala lebih rendah dari 180 volt, sehingga kita membutuhkan stabilizer untuk menaikkan voltase sesuai dengan tuntutan si komputer. Untuk menghindari kerusakan sebelum waktunya, inilah beberapa kiat yang perlu Anda perhatikan dalam rangka mencegah kerusakan harddisk.
Jadi jangan biarkan harddisk anda terbakar ..........

Kabel Kontroller Harddisk

KABEL KONTROLER HARDDISK


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk

IDE

EIDE ( Enhanced Integrated Drive Electronics) merupakan kontroler hard disk yang paling umum karena sudah digunakan secara luas sejak tahun 1990. Hard disk IDE masih menggunakan koneksi kabel Paralel ATA (PATA).

PATA (PARALEL ATA)

Kabel pada ATA-100 mendukung transfer data hingga 100 MBps, sedangkan ATA-133 mendukung transfer data 133 MBps.
Ada dua buah kabel IDE yang bisa ditancapkan pada motherboard. Kabel IDE yang ditancapkan pada konektor IDE1 disebut dengan primary, sedangkan pada IDE2 disebut secondary.
Tiap konektor mendukung dua alat, yaitu master dan slave. Master dan Slave tidak ditentukan olek kontroler kabelnya melainkan oleh setting jumper pada hard disk. Selain HDD, kabel IDE juga digunakan pada CD, DVD.

SATA (SERIAL ATA)

Generasi pertama adalah SATA 150 mendukung kecepatan 150 MBps. Untuk pemakaian biasa, tidak ada kenaikan performa signifikan antara PATA dengan SATA150. Hard disk SATA tidak memerlukan konfigurasi jumper (master/slave)

ParameterSATA 1SATA 2SATA 3
Frekuensi (GHz)1.53.06.0
Transfer Data (Mbyte/s)150300600
Tahun20022004None



SCSI (Small Computer System Interface)

SCSI, dibaca skazzi, banyak dipakai pada computer serverdan high end workstation. Mempunyai kinerja yang lebih baik daripada kontroler IDE namun harganya lebih mahal. Terdapat 3 jenis tipe sinyal yang berbeda dalam SCSI, yaitu SE (single Ended), HVD (High Voltage Differential), dan LVD (Low Voltage Differential).
Kelebihan SCSI,
Untuk HDD yang dipasang secara bersama-sama, kinerja SCSI akan terasa lebih unggul sebab dalam satu channel bisa membaca beberapa HDD sekaligus (simultaneous I/O).
SCSI bisa dipasang hingga beberapa peripheral pada satu slot-nya (daisy chain), hingga 16 peripheral.
Perkembangan SCSI
SCSI-1, bisa menstransfer 5 MB/sec dan pada 7 SCSI devices
SCSI-2, 8-bit bisa menstransfer 10 MB/sec
SCSI-3 (1993-1996) terdiri atas beberapa standar, yaitu Fast Wide SCSI (16-bit, 20 MB/sec pada 68-pins), Ultra SCSI (8-bit, 10-20 MB/sec) dan Ultra Wide SCSI ( 16-bit, 40 MB/sec pada 68-pins)
Ultra2 SCSI (1997-2000) 80 MBps, meningkatkan clockrate menjadi 40 Mhz. Ultra2 mendukung hingga 16 alat per channel.

JENIS BUSDATA RATEPRACTICAL BANDWIDTH
USB 1.1 (Full Speed)12 Mbit/s1 MByte/s
USB 2.0 (Hi-Speed)480 Mbit/s25 MByte/s
IEEE1394A/Firewire400400 Mbit/s30 MByte/s
IEEE1394B/Firewire800800 Mbit/s60 MByte/s
Serial ATA1500 Mbit/s120 MByte/s

Format Harddisk

FORMAT HARDDISK


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk

LOW LEVEL FORMAT

merupakan format secara fisik (hardware level) dengan menentukan track, head dan sector yang akan dipakai untuk menyimpan data. Jika terjadi masalah tertentu, seperti bad sector, corrupted partition table dan terkena virus, low level format ulang bisa menjadi solusinya.

PARTISI (PARTITIONING)

Dilakukan dengan membagi harddisk ke dalam beberapa bagian logical volume. Ada tiga jenis partisi pada harddisk, yaitu primary partition, extended partition, dan logical partition. Primary Partition mempunyai beberapa fungsi antara lain, sebagai system partition (active partition) untuk memulai (start) sistem operasi, boot partition untuk menyimpan file-file system operasi, dan general purposes partition untuk menyimpan data.
Jika ingin membuat partisi yang lebih banyak, gunakan saja extended partition. Extended Partition adalah partisi yang dipakai sebagai container dan berisi partisi lagi (logical partition). Logical partition bisa dibuat banyak di dalam extended partition.

HIGH LEVEL FORMAT

Dilakukan dengan cara mempersiapkan hard disk agar siap menerima data. Format dilakukan pada suatu partisi dengan menggunakan system tertentu yang disebut dengan file system.






Sistem OperasiJenis Partisi
Windows 98, 98SE, MEFAT 32
Windows NT, 2000, XPFAT 32, NTFS
LinuxLinux Ext2, Linux Ext3

Cara Kerja Harddisk

Cara Kerja Harddisk


  1. Pengertian dan Fungsi Harddisk
  2. Cara Kerja Harddisk
  3. Format Harddik
  4. Kabel Kontroller Harddisk
  5. Listrik Musuh Harddisk
  6. Merawat Harddisk
  7. Memperpanjang Umur Harddisk


Langkah Pertama


Dilakukan pengaksesan terhadap harddisk untuk melihat dan menentukan di lokasi sebelah mana informasi yang dibutuhkan ada di dalam ruang harddisk.
Pada proses ini, aplikasi yang kita jalankan, Sistem operasi, sistem BIOS, dan juga driver-driver khusus (tergantung pada aplikasi yang kita jalankan) bekerja bersama-sama, untuk menentukan bagian mana dari harddisk yang harus dibaca.


Langkah Kedua

Harddisk akan bekerja dan memberikan informasi di mana data/informasi yang dibutuhkan tersedia, sampai kemudian menyatakan, “Informasi yang ada di track sekian sektor sekianlah yang kita butuhkan.” Nah pola penyajian informasi yang diberikan oleh harddisk sendiri biasanya mengikuti pola geometris.
Yang dimaksud dengan pola geometris di sini adalah sebuah pola penyajian informasi yang menggunakan istilah silinder, track, dan sector. Ketika informasi ditemukan, akan ada permintaan supaya mengirimkan informasi tersebut melalui interface harddisk untuk memberikan alamat yang tepat (sektor berapa, track berapa, silinder mana) dan setelah itu informasi/data pada sector tersebut siap dibaca.

Langkah Ketiga

Pengendali program yang ada pada harddisk akan mengecek untuk memastikan apakah informasi yang diminta sudah tersedia pada internal buffer yang dimiliki oleh harddisk (biasanya disebut cache atau buffer).
Bila sudah oke, pengendali ini akan menyuplai informasi tersebut secara langsung, tanpa harus melihat lagi ke permukaan pelat itu karena seluruh informasi yang dibutuhkan sudah dihidangkan di dalam buffer.
Dalam banyak kejadian, harddisk pada umumnya tetap berputar ketika proses di atas berlangsung. Namun ada kalanya juga tidak, lantaran manajemen power pada harddisk memerintahkan kepada disk untuk tidak berputar dalam rangka penghematan energi. Papan pengendali yang ada di dalam harddisk menerjemahkan instruksi tentang alamat data yang diminta dan selama proses itu berlangsung, ia akan senantiasa siaga untuk memastikan pada silinder dan track mana informasi yang dibutuhkan itu tersimpan.
Nah, papan pengendali ini pulalah yang kemudian meminta actuator untuk menggerakkan head menuju ke lokasi yang dimaksud. Ketika head sudah berada pada lokasi yang tepat, pengendali akan mengaktifkan head tersebut untuk melakukan proses pembacaan. Mulailah head membaca track demi track untuk mencari sektor yang diminta. Proses inilah yang memakan waktu, sampai kemudian head menemukan sektor yang tepat dan kemudian siap membacakan data/informasi yang terkandung di dalamnya.

Langkah Terakhir

Papan pengendali akan mengkoordinasikan aliran informasi dari harddisk menuju ke ruang simpan sementara (buffer, cache). Informasi ini kemudian dikirimkan melalui interface harddisk menuju sistem memori utama untuk kemudian dieksekusi sesuai dengan aplikasi atau perintah yang kita jalankan.